Spiga

Rapuh di Belakang, Mandul di Depan

GROBOGAN - Pelatih Persipur Purwodadi Hanafi boleh saja menyalahkan wasit atas kekalahan kedua yang diderita timnya, saat menjamu PSCS Cilacap, Sabtu (10/10) lalu. Namun, terlepas dari kepemimpinan pengadil di lapangan, permainan skuad berjuluk Laskar Petir itu, memang masih jauh dari harapan.

Betapa tidak, barisan belakang yang dihuni trio Sulistyanto, Sudarsono dan kapten tim Bangun Ujiono, kurang kokoh. Menghadapi serangan balik pun, ketiganya kerap terlihat kedodoran. Akibatnya, tiga gol dalam dua laga yang telah dilakoni Persipur, bersarang di gawang Yoga Arif, penjaga gawang Persipur.

Barisan tengah pun terkesan minim kreasi serangan. Akibatnya, trio striker Aslam, Ardiles dan Purwanto, jarang mendapat sodoran umpan-umpan matang. Tragisnya, ketiga ujung tombak Laskar Petir itu, kini masih mandul karena belum mampu menyarangkan sebiji gol pun ke gawang lawan.

Menanggapi hasil minus tiga gol dan dua kali kehilangan angka itu, Pelatih Persipur Hanafi mengaku kecewa berat. Disinggung kelemahan anak asuhnya saat merumput di lapangan, pelatih yang sukses mengantarkan Persis Solo ke Divisi Utama itu hanya bisa geleng-geleng kepala. "Para pemain sudah sering melakukan kesalahan mendasar seperti kontrol yang buruk dan salah umpan," ujarnya.

Kesalahan itu, lanjut dia, bisa disebabkan pemain kurang tenang dalam menghadapi musuh yang dihadapinya. Minimnya jam terbang yang dimiliki sebagian besar skuad Persipur pun, berimbas ke mentalitas pemain di lapangan. "Secara strategi kita sudah bagus. Skema permainan pun sudah mulai dijalankan pemain di lapangan," katanya.

Ini terlihat saat Persipur menjamu PSCS Cilacap Sabtu lalu. sejak awal permainan, penampilan anak asuhnya memang kurang menggigit. Terlebih setelah timnya 'dikerjai' wasit yang memberikan hadiah penalti ke kubu lawan. "Sejak gol pertama permainan kita memang turun. Tapi memasuki babak kedua, permainan kita terus meningkat," terangnya.

Skema yang dijalankan pemainnya berhasil menciptakan tiga peluang saat terjadi kemelut di mulut gawang lawan. Sayangnya, skuad Laskar Petir tak mampu memanfaatkan peluang tersebut menjadikannya gol. "Ya, ini tugas berat kita. Kekalahan ini menjadi bahan evaluasi untuk pertandingan berikutnya," pungkasnya. (ans/aji)

0 comments: