Spiga

Persipur Berburu Pemain Keluar Daerah

Masih kurangnya materi pemain Persipur disadari betul oleh tim manajemen. Meski saat ini seleksi pemain masih berlangsung, tim manajemen Persipur kini tengah bersiap hunting pemain ke luar daerah.

Menurut Sekretaris Persipur Agus Dwi Priyanto, pihak manajemen memang tidak berharap banyak dengan puluhan pemain yang kini tengah diseleksi. "Ya, kualitas pemain luar daerah beda tipis dengan pemain lokal, jadi manajemen berinisiatif untuk proaktif mencari pemain berkualitas dari luar daerah," terangnya.

Untuk memuluskan misi mencari pemain berkualitas, manajemen kemudian mengutus kandidat kuat pelatih tim Persipur Yusak Sutanto, untuk memantau sejumlah pemain di luar daerah. "Untuk materi pemain, memang kami konsultasikan kepada Pak Yusak, jadi kami beri keleluasaan untuk memilih pemain yang akan memperkuat tim," ujarnya.

Usaha menggaet pemain dari luar daerah ini dibenarkan oleh Yusak. Ketika dikonfirmasi perihal ini, Yusak mengatakan ada beberapa klub sepak bola di Jawa Barat yang kini diincar untuk mencari pemain berkualitas. "Tidak usah kita sebut dulu siapa nama-namanya, nanti kalu sudah pasti, baru kita kenalkan," terangnya sedikit berkilah.

Meski enggan menyebut siapa saja pemain yang menjadi bidikan, pria yang juga menukangi Persipur pada musim lalu itu mengatakan, ada beberapa pemain bagus yang kini tengah didekatinya. "Ditunggu saja, yang jelas permainannya tak mengecewakan," jaminnya.

Namun masalahnya, apakah nilai kontrak yang disodorkan oleh tim manajemen disetujui oleh pemain tersebut, Yusak tak berani menjanjikannya. "Upaya pendekatan terus kita lakukan, semoga mereka mau bermain untuk Persipur," ujarnya. [ans/aji/jawapos]

Penjagaan Lawan Masih Lemah

GROBOGAN - Tiga hari ikut memantau proses seleksi calon pemain Persipur, kandidat kuat pelatih Persipur musim ini, Yusak Sutanto, menilai kualitas para pemain masih jauh dari harapan. So, jika ingin mencapai hasil lebih baik dari musim sebelumnya, Persipur praktis butuh tambahan pemain dengan materi yang lebih baik lagi.

Setahun menukangi tim berjuluk Laskar Petir, menjadikan Yusak cukup paham kualitas tiap pemain. Disebutkan, pada umumnya para pemain lokal yang dimiliki Persipur masih lemah dalam penjagaan lawan. "Jadi mental bertanding para pemain masih perlu diperbaiki lagi, sehingga tumbuh rasa percaya diri pada pemain," ungkapnya.

Untuk itu, jika benar nanti dia ditetapkan sebagai pelatih Persipur, usulan penambahan pemain berkualitas adalah harga mati. "Dengan mengandalkan pemain yang dimiliki saat ini, rasanya sangat berat untuk bersaing dengan tim lain," ujarnya.

Sementara itu, beberapa pemain luar daerah yang kini tengah diseleksi pun kualitasnya tak jauh berbeda dengan pemain lokal yang dimiliki Persipur saat ini. "Kualitas fisik pemain Persipur sebenarnya bagus, hanya saja teknik permainan harus terus diasah," ujarnya.

Menurutnya, sembari mencari tambahan materi pemain, sebaiknya para pemain Persipur yang ada dimaksimalkan dulu. "Porsi latihan harus ditambah, termasuk latihan fisik dan penguasaan bola," terangnya

Sementara itu, beberapa pengamat bola di Kabupaten Grobogan menilai persiapan tim Persipur kali ini terkesan kurang serius. Arif, penggemar berat Persipur, berharap tim manajemen lebih serius dalam membentuk tim kebanggaan warga Grobogan tersebut. "Dibandingkan persiapan tim dari daerah lain, Persipur sepertinya terlambat. Dikhawatirkan ini bakal berimbas pada performa tim musim ini," ujarnya. (ans/aji)

Persipur cari sumber dana lain

GROBOGAN - Minimnya dana yang dialokasikan KONI Grobogan untuk tim Persipur menjadi kendala manajemen Persipur. Untuk mengarungi satu musim kompetisi ke depan, pihak KONI hanya menganggarkan dana Rp 1 miliar. Sehingga, sumber dana di luar KONI menjadi opsi manajemen untuk menjaga eksistensi tim Persipur.

Anggaran dana yang diberikan KONI, menurut Sekretaris Persipur Agus Dwi Priyanto, dirasa terlalu kecil untuk kelangsungan tim. Padahal, sebelumnya pihak tim manajemen mengajukan anggaran dana sebesar Rp 2 miliar. "Tentunya kami berharap agar perhatian KONI bisa lebih besar lagi," terangnya di sela-sela seleksi pemain kemarin sore.

Kecilnya anggaran yang dimiliki Persipur turut memengaruhi proses perekrutan sejumlah pemain luar daerah. Karena dana yang terbatas, keinginan untuk merekrut pemain berkualitas pun urung dilakukan. "Karena dana yang dipunya diperkirakan habis untuk transportasi pertandingan saat harus melawat ke daerah lain," ujarnya.

Usaha untuk mencari dukungan dana dari pihak ketiga bukannya tak dilakukan oleh tim manajemen. Seperti tahun-tahun sebelumnya, pihak manajemen terus berupaya untuk menggaet sponsor agar mau ikut berpartisipasi membiayai tim berjuluk Laskar Petir tersebut.

"Hanya saja hingga kini belum ada sponsor yang mau membantu pembiayaan Persipur," terangnya.

Persoalan minimnya dana tim Persipur mendapat perhatian dari suporter dan pemerhati bola di Kabupaten Grobogan. Jamin, salah seorang pemerhati bola di Purwodadi, mengatakan, minimnya dana tak boleh dijadikan alasan tim Persipur untuk tak berprestasi. "Justru jika kita bisa menunjukkan prestasi, maka secara otomatis banyak sponsor yang tertarik masuk ke sini," ujarnya.Untuk itu, Jamin mengusulkan agar tim manajemen Persipur sementara ini dapat mengencangkan 'ikat pinggang'. "Untuk perekrutan pemain, tidak usah merekrut yang mahal-mahal tapi kualitasnya masih dipertanyakan, justru kalau bisa dimaksimalkan dulu pemain lokal yang dimiliki," usulnya.
(ans/aji)

Persipur buka seleksi pemain

GROBOGAN - Masa kampanye Pemilu 2009 sedikit mengganggu persiapan tim Persipur Purwodadi untuk mengikuti kompetisi Divisi I tahun ini. Meski manajemen tim yang baru belum terbentuk, beberapa pemain Persipur musim lalu pada pekan ini sudah mulai berlatih. Menurut keterangan Ketua Harian Persipur Nurwibowo, hingga kini baru ada 12 pemain yang aktif berlatih di bawah asuhan pelatih sementara Wahyu Teguh.
Dia mengatakan, untuk mencari pemain tambahan, akan digelar seleksi hingga akhir April mendatang. Jumlah pemain ini, lanjut Nurwibowo, akan terus ditambah hingga mencapai 22 orang. "Kami memberi kesempatan seluas-luasnya kepada pemain, baik itu dari Kabupaten Grobogan maupun dari luar, untuk mengikuti seleksi tim," katanya.
Namun, lanjut Nurwibowo, para pemain yang akan mengikuti seleksi diharapkan betul-betul memiliki skill yang mumpuni. Tak hanya skill permainan, namun juga stamina dan memiliki kolektivitas bermain yang bagus. "Selain itu, calon pemain diharapkan memiliki pengalaman bermain di tim-tim kontestan kompetisi yang digelar PSSI," terangnya.
Sembari menunggu pemain hasil seleksi ini, pihaknya tetap menginstruksikan kepada para pemain yang sudah ada untuk tetap berlatih. Selain mengasah keterampilan bermain, game-game yang diberikan pelatih Wahyu Teguh, diharapkan dapat menambah rasa kekeluargaan di antara pemain. "Dengan demikian, kemampuan pemain tak akan drop karena masa jeda kompetisi yang panjang, sehingga mereka diharapkan sudah siap bermain ketika kompetisi dimulai," ujar Nurwibowo. (ans/aji)