GROBOGAN-Setelah 19 kali menggelar laga uji coba, Persipur Purwodadi pun akhirnya takluk. Bertanding di Stadion Kridha Bakti Purwoadi, Jum'at sore (17/7) kemarin, tim asuhan Yusak Sutanto itu kalah 0-1 (0-0) dari tamunya PSISa Salatiga.
Menghadapi tim yang notabene dari Divisi II itu, skuad Persipur memang mendominasi jalannya pertandingan. Peluang banyak tercipta melalui kreasi serangan dari sektor sayap dan tengah. Hanya saja, serangan demi serangan yang dibangun, mentah di kaki para pemain bertahan Laskar Damar Jati, julukan PSISa Salatiga.
Pun saat pertandingan memasuki babak kedua. Asyik menyerang, menjadikan pertahanan tim Persipur sedikit terbuka. Akibatnya, serangan balik yang diperagakan tim dari Kota Salatiga itu pun, kerap mengancam gawang Persipur yang dijaga Yoga Arif.
Puncaknya, akibat kecerobohan Yoga Arif saat menghalau bola liar pada menit ke-70, berhasil dimanfaatkan striker PSISa Eko Septiyono. Berhasil mencuri bola dari kaki Yoga, Eko pun mengecoh dan berhasil memperdayai pejaga gawang kedua Persipur itu. Gol Eko ini sekaligus membalas kekalahan PSISa pada pertemuan pertama antara kedua tim di Salatiga beberapa waktu lalu.
Setelah terciptanya gol itu, permainan anak-anak Persipur menurun. Mental pemain pun terlihat drop. Itu bisa dilihat dari organisasi dan komunikasi antarpemain yang sering kurang padu. Meski terus melancarkan serangan, tak satu pun peluang yang tercipta berhasil menjadi gol. Hingga wasit meniup peluit panjang, skor tak berubah.
Meski kalah, Yusak mengaku senang dengan hasil akhir itu. Dikatakannya, kekalahan ini harus bisa menjadi pelecut bagi para pemain Persipur agar lebih disiplin pada pertandingan berikutnya. "Untung ini hanya uji coba. Kekalahan ini akan menjadi bahan evaluasi tim. Sehingga kita jadi tahu kelemahan masing-masing pemain," bebernya.
Sementara itu, peluang gelandang Abdul Manan untuk membela Persipur, kian terbuka meski timnya kalah kemarin sore. Ditemui usai pertandingan, Sekretaris Persipur Agus Supriyanto mengatakan, pihaknya puas melihat permainan Manan. "Semua tergatung keputusan Manan. Kalau dia cocok dengan harga yang ditawarkan, ya dia gabung," katanya. (ans/mer)
Menghadapi tim yang notabene dari Divisi II itu, skuad Persipur memang mendominasi jalannya pertandingan. Peluang banyak tercipta melalui kreasi serangan dari sektor sayap dan tengah. Hanya saja, serangan demi serangan yang dibangun, mentah di kaki para pemain bertahan Laskar Damar Jati, julukan PSISa Salatiga.
Pun saat pertandingan memasuki babak kedua. Asyik menyerang, menjadikan pertahanan tim Persipur sedikit terbuka. Akibatnya, serangan balik yang diperagakan tim dari Kota Salatiga itu pun, kerap mengancam gawang Persipur yang dijaga Yoga Arif.
Puncaknya, akibat kecerobohan Yoga Arif saat menghalau bola liar pada menit ke-70, berhasil dimanfaatkan striker PSISa Eko Septiyono. Berhasil mencuri bola dari kaki Yoga, Eko pun mengecoh dan berhasil memperdayai pejaga gawang kedua Persipur itu. Gol Eko ini sekaligus membalas kekalahan PSISa pada pertemuan pertama antara kedua tim di Salatiga beberapa waktu lalu.
Setelah terciptanya gol itu, permainan anak-anak Persipur menurun. Mental pemain pun terlihat drop. Itu bisa dilihat dari organisasi dan komunikasi antarpemain yang sering kurang padu. Meski terus melancarkan serangan, tak satu pun peluang yang tercipta berhasil menjadi gol. Hingga wasit meniup peluit panjang, skor tak berubah.
Meski kalah, Yusak mengaku senang dengan hasil akhir itu. Dikatakannya, kekalahan ini harus bisa menjadi pelecut bagi para pemain Persipur agar lebih disiplin pada pertandingan berikutnya. "Untung ini hanya uji coba. Kekalahan ini akan menjadi bahan evaluasi tim. Sehingga kita jadi tahu kelemahan masing-masing pemain," bebernya.
Sementara itu, peluang gelandang Abdul Manan untuk membela Persipur, kian terbuka meski timnya kalah kemarin sore. Ditemui usai pertandingan, Sekretaris Persipur Agus Supriyanto mengatakan, pihaknya puas melihat permainan Manan. "Semua tergatung keputusan Manan. Kalau dia cocok dengan harga yang ditawarkan, ya dia gabung," katanya. (ans/mer)
