Spiga

Jajal Skema Berbeda

GROBOGAN - Beda pelatih, beda gaya kepemimpinan, beda pula strategi yang diterapkan. Ketika ditangani Yusak Sutanto, Persipur relatif mantap menggunakan formasi klasik 3-5-2. Kini, setelah ditangani Hanafi, tim berjuluk Laskar Petir itu tampaknya bakal menjajal formasi lain.

Tanda-tanda perubahan ini terlihat pada latihan di Stadion Krida Bhakti Purwodadi, kemarin sore. Hanafi yang langsung terjun ke tengah lapangan memimpin latihan tim kebanggaan warga Kabupaten Grobogan itu, mencoba skema baru 3-4-3. Dipasangnya tiga pemain di lini depan ini, seolah mengisyaratkan jika pelatih yang terakhir menangani tim Persiram Raja Ampat itu, ingin agar barisan ujung tombak Persipur tampil lebih produktif.

Skema baru ini, menurut Sekretaris Persipur Agus Sukowati akan dicoba pertama kali pada laga uji coba hari ini, yakni saat melawan Persipur junior. "Uji coba ini untuk mematangkan skema permainan yang dicoba hari ini (kemarin sore, Red)," ujarnya saat menemani skuad Persipur latihan, kemarin.

Seperti diketahui, Persipur kini memiliki empat striker. Mereka adalah Supriyanto, Purwanto, Aslan, dan bomber muda binaan Persipur, Ardiles Agung Widagdo. "Kalau benar Pak Hanafi ingin memainkan tiga striker sekaligus, tentunya serangan Persipur akan lebih atraktif," ucapnya.

Dikatakan, skema baru ini besar kemungkinan akan menjadi formasi alternatif bagi Persipur pada kompetisi Divisi I PSSI yang rencananya bakal dimulai 4 Oktober mendatang.

Seperti diketahui, selama ini pemain Persipur akrab dengan formasi klasik 3-5-2 yang diterapkan Yusak. "Perubahan formasi ini tak begitu menyulitkan anak-anak, sebab sebagian besar mereka merupakan pemain jadi, yang bisa cepat beradaptasi dengan gaya permainan baru," katanya. (ans/aji)

0 comments: