Spiga

Mengemuka, Desakan Bentuk Manajemen Baru

GROBOGAN - Meski kompetisi Divisi I PSSI tinggal satu setengah bulan lagi digelar, Persipur Purwodadi hingga kini belum membentuk manajemen baru. Hal ini dikhawatirkan bakal berpengaruh besar pada perjalanan tim berjuluk Laskar Petir itu ke depan.

Salah seorang suporter Persipur Agus Setiadi mengatakan, persiapan sebuah klub tak hanya diperlihatkan pada persiapan skuad pemain saja. "Justru pembentukan manajemen juga harus dipikirkan matang-matang," ujarnya, kemarin.

Seperti diketahui, tim kebanggaan warga Kabupaten Grobogan itu hingga kini masih dikelola manajemen lama. Padahal biasanya saat memasuki kompetisi baru, sebuah klub secara otomatis juga akan membentuk manajemen baru. "Dengan terbentuknya manajemen baru, akan semakin jelas arah Persipur ke depan," terangnya.

Kalau misalkan tidak ada perubahan, lanjut dia, ada baiknya manajemen segera dikukuhkan kembali, termasuk melakukan launching tim. Dia sekaligus mempertanyakan begitu mudahnya para pemain baru keluar masuk Persipur tanpa ada ikatan yang jelas.

"Kasus terakhir adalah hengkangnya pelatih Yusak Sutanto. Ini harus segera disikapi agar tak diikuti para pemain lainnya," ucapnya.

Terkait belum terbentuknya manajemen baru ini, sumber Radar Kudus di manajemen Persipur menyebutkan, persoalan pendanaan menjadi batu sandungan pembentukan manajemen baru, beserta alat kelengkapan lainnya. "Sebelumnya telah ditawarkan kepada siapa saja yang ingin meng-handle Persipur, tapi setelah tahu kondisi keuangan di Persipur, semua pada mundur," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Harian Persipur M Nurwibowo mengatakan, idealnya pembentukan manajemen baru memang harus dilakukan sebuah klub saat akan memasuki masa kompetisi baru. "Untuk pembentukan manajemen baru ini, kita serahkan kepada ketua umum (bupati Grobogan, Red) saja. Ini sepenuhnya kewenangan ketua umum," katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon. (ans/aji)

0 comments: