GROBOGAN - Laga uji coba perdana tim Persipur di hadapan publik sendiri kemarin, berlangsung kurang greget. Meski menang 2-0 (1-0) atas lawannya, PSISra Sragen, namun performa tim masih belum memuaskan.
Bermain menghadapi tim tamu yang notabene tim Divisi II, para pemain Persipur masih belum mampu menunjukkan kelasnya. Suporter tim Laskar Petir bahkan baru bisa bernafas lega setelah pertandingan memasuki menit ke-39. Melalui sontekan Triono memanfaatkan umpan tarik Parjono, Persipur akhirnya berhasil memecah kebuntuan dan unggul satu gol.
Gol pertama itu sempat menjadi penggugah semangat para pemain Persipur untuk meningkatkan serangan ke jantung pertahanan tim tamu. Hanya saja, rapatnya barisan belakang PSISra cukup menyulitkan barisan ujung tombak Persipur untuk menggandakan keunggulan. Hingga babak pertama usai, skor masih 1-0 untuk Persipur.
Memasuki babak kedua, para pemain Persipur sebenarnya masih mendominasi serangan. Namun lagi-lagi, serangan yang banyak dibangun dari sektor sayap kanan, berhasil dibaca para pemain tim tamu.
Beruntung, pada menit ke-80, tim tuan rumah mendapatkan hadiah penalti, setelah salah seorang pemain belakang PSISra melakukan pelanggaran di daerah terlarang.
Hadiah penalti ini tak disia-siakan ujung tombak muda Persipur, Ardiles. Tendangan kerasnya berhasil memperdayai penjaga gawang PSISra. Skor pun berubah 2-0, hingga wasit meniup peluit akhir pertandingan.
Meski menang, pelatih Persipur Yussak Sutanto kurang puas dengan barisan belakang tim asuhannya. Pada 15 menit pertama, sambung dia, tim bermain bagus. Hanya saja, lini belakang kurang tenang, sehingga mudah ditembus pemain lawan. "Poin positif bagi barisan gelandang yang sudah bermain lepas dan berani menekan, sehingga bisa menutup kekurangan pemain belakang," pujinya. (ans/aji)

0 comments:
Post a Comment